Astagfirullah.. Perempuan ini Rela jual K3p3r4wan4nnya Demi Berbakti kepada Ibu
BeritaIslami-menangis membaca sebuah cerita ini. Semoga semua umat Islam yang ada di dunia
dijadikan umat yang kaya dan kekayaannya dibawa mati dengan jalan sedekah
membantu sesama.... Amin ya Rabbal Alamin..
Perempuan
itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam
yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada Perempuan itu.
Tapi dia hanya memkamung saja dengan awas ke arah langkah Perempuan itu yang
kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam
itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap Perempuan
itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, Perempuan itu hanya
menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk
apa Perempuan itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa Perempuan itu bukanlah tipe Perempuan
nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu
dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah
beranjak dewasa.
Setelah
sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja Perempuan
itu dan bertanya: ” Maaf, nona … Apakah kamu sedang menunggu seseorang? “ ”
Tidak! ” Jawab Perempuan itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain. ” Lantas
untuk apa kamu duduk di sini?”Apakah tidak boleh? ” Perempuan itu mulai memkamung
ke arah sang petugas satpam.. ” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya
diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”Maksud, bapak? “ ” Kamu
harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini “Nanti saya akan pesan setelah
saya ada uang.
Tapi
sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ”
Kata Perempuan itu dengan suara lambat. ” Jual? Apakah kamu menjual sesuatu di
sini? ” Petugas satpam itu memperhatikan Perempuan itu. Tak nampak ada barang
yang akan dijual. Mungkin Perempuan ini adalah pramuniaga yang hanya membawa
brosur. ” Ok, lah. Apapun yang akan kamu jual, ini bukanlah tempat untuk
berjualan. Mohon mengerti. “Saya ingin menjual diri saya, ” Kata Perempuan itu
dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu. Petugas
satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan. ” Mari ikut saya, ”
Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya. Perempuan itu
menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas
satpam itu.
Tanpa
ragu Perempuan itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu
terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar
ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni
kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung. ” Apakah kamu serius? “Saya
serius ” Jawab Perempuan itu tegas. ” Berapa tarif yang kamu minta? “Setinggi-tingginya.
.”Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap Perempuan itu. ” Saya
masih perawan “Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat.
Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari
ini.. Pikirnya ” Bagaimana saya tahu kamu masih perawan?”Gampang sekali. Semua
pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?”Kalau tidak
terbukti? “ ” Tidak usah bayar …” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas.
Kemudian
melirik ke kiri dan ke kanan. ” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang
ingin membeli keperawanan kamu. “Cobalah. “Berapa tarif yang diminta? “Setinggi-tingginya.
“Berapa? “Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? “Baiklah. Saya akan
tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ” Petugas satpam itu
berlalu dari hadapan Perempuan itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam
itu datang lagi dengan wajah cerah. ” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia
minta Rp. 5 juta. Bagaimana?”Tidak adakah yang lebih tinggi? “Ini termasuk yang
tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan. ” Saya ingin yang lebih
tinggi…”Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama
petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri. ” Saya dapatkan
harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?”Tidak adakah yang lebih
tinggi?”Nona, ini harga sangat pantas untuk kamu.
Cobalah
bayangkan, bila kamu diperkosa oleh pria, kamu tidak akan mendapatkan apa apa.
Atau kamui perawan kamu diambil oleh pacar kamu, kamupun tidak akan mendapatkan
apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta kamu akan menikmati layanan
hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya kamu bisa melupakan
semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, kamu juga telah berbuat baik
terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu
hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh… “Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab Perempuan
itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu. Petugas satpam itu
terdiam. Namun tidak kehilangan semangat. ” Baiklah, saya akan carikan tamu
lainnya.
Tapi
sebaiknya kamu ikut saya. Tolong kancing baju kamu disingkapkan sedikit. Agar
ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu
dengan agak kesal. Perempuan itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu
tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar
hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum
menatap mereka berdua. ” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ”
Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan
seksama ke sekujur tubuh Perempuan itu … ” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Perempuan
itu. ” Setinggi-tingginya ” Jawab Perempuan itu dengan tegas. ” Berapa harga
tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
” Rp.. 6 juta, tuan “Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk
semalam. ” Perempuan itu terdiam. Petugas satpam itu memkamung ke arah Perempuan
itu dan berharap ada jawaban bagus dari Perempuan itu. ” Bagaimana? ” tanya
pria itu. ”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata Perempuan itu. Petugas satpam
itu tersenyum kecut. ” Bawa pergi Perempuan ini. ” Kata pria itu kepada petugas
satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras. ” Nona, kamu telah membuat saya
kesal. Apakah kamu benar benar ingin menjual? “Tentu! “Kalau begitu mengapa kamu
menolak harga tertinggi itu … “Saya minta yang lebih tinggi lagi …” Petugas
satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin
kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat Perempuan itu merasa
nyaman bersamanya. ” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya
akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ” Di lobi hotel, petugas satpam itu
berusaha memkamung satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang
biasa memesan Perempuan melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak
dikenalnya.
Namun,
tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat
telepon genggamnya. ” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta
Rupiah. Apakahitu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria
itu nampak masam seketika ” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ” Kini petugas satpam
itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan Perempuan. Kemudian,
dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah kamu
butuh Perempuan … ??? ” Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan
kemudian memalingkan wajahnya. ” Ada Perempuan yang duduk disana, ” Petugas
satpam itu menujuk kearah Perempuan tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan
akal untuk memanfaatkan peluang ini. “Dia masih perawan..” Pria itu mendekati
petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu?
“Benar, pak. “Kalau begitu kenalkan saya dengan Perempuan itu … “Dengan senang
hati. Tapi, pak …Perempuan itu minta harga setinggi tingginya.”Saya tidak
peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat Perempuan
itu. ” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang
seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal. ” Mari kita bicara di
kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Perempuan
itu mengikuti pria itu menuju kamarnya. Di dalam kamar … ” Beritahu berapa
harga yang kamu minta? “Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit “Maksud
kamu? “Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk
kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. “Hanya itu …”Ya …! ”
Pria itu memperhatikan wajah Perempuan itu. Nampak terlalu muda untuk menjual
kehormatannya. Perempuan ini tidak menjual cintanya.
Tidak
pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung
gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar,
bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari
kehormatan sebuah perawan bagi Perempuan. Yaitu keteguhan untuk sebuah
pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Perempuan ini tidak melawan gelombang laut
melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas
keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli
oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat. ” Siapa nama kamu? “Itu
tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata Perempuan itu ”
Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas
ditawar. ” ”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! “Ada ! ” Kata pria itu
seketika. ” Sebutkan! “Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli
dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu
ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan
uang dari dalam tas kerjanya. ” Saya tidak mengerti …”Selama ini saya selalu
memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak
pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia
selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang
Perempuan yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu
kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”Dan, apakah bapak
ikhlas…? “Apakah uang itu kurang? “Lebih dari cukup, pak … “Sebelum kamu pergi,
boleh saya bertanya satu hal? “Silahkan …”Mengapa kamu begitu beraninya … “Siapa
bilang saya berani. Saya takut pak … Tapi lebih dari seminggu saya berupaya
mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah
karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`… Saya hanya
bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … “Keyakinan apa? “Jika kita ikhlas
berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga
kehormatan kita … ” Perempuan itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum
sampai di pintu Perempuan itu berkata: ” Lantas apa yang bapak dapat dari
membeli ini … “Kesadaran… ” … Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu
yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.” Kamu sudah
pulang, nak “Ya, bu … “Kemana saja kamu, nak … ???”Menjual sesuatu, bu … “Apa
yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan.
Tapi
Perempuan muda itu hanya tersenyum … Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu
sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah
situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan
menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi
tanpa pamrih, tanpa perhitungan …. ” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli
yang saya jual… ”. Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia
menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati
dan berkata kepada supir taksi:”Antar kami ke rumah sakit”

0 Response to "Astagfirullah.. Perempuan ini Rela jual K3p3r4wan4nnya Demi Berbakti kepada Ibu"
Post a Comment